Seiring dengan semakin banyaknya data yang dihasilkan oleh bisnis, organisasi perlu memaksimalkan kapasitas penyimpanan agar dapat menyimpan sebanyak mungkin data tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Di sinilah peran deduplikasi data sangat penting. Teknik ini bertujuan untuk mendeteksi dan menghapus data yang duplikat sebelum proses pencadangan dilakukan. Dengan demikian, ruang penyimpanan yang digunakan menjadi lebih sedikit, memungkinkan data baru untuk disimpan di tempat yang sama. Selain itu, deduplikasi data juga memastikan proses pencadangan menjadi lebih efisien karena Anda tidak perlu mencadangkan salinan data yang sama secara berulang.
Perlu diingat bahwa setiap vendor mungkin mengklaim produk mereka memiliki rasio deduplikasi data tertentu. Sebagai contoh, ada vendor yang mengklaim bahwa rasio deduplikasi mereka 20 kali lebih baik daripada kompetitor, bahkan melampaui pesaing hingga 200%. Namun, banyak faktor yang memengaruhi rasio deduplikasi sebenarnya.
Mari kita pelajari lebih dalam tentang apa itu deduplikasi data dan bagaimana cara mengevaluasi rasio deduplikasi saat memilih solusi pencadangan.
Cara Menghitung Rasio Deduplikasi Data
Untuk menghapus data duplikat secara efektif, perangkat Anda harus dilengkapi dengan CPU dan teknologi perangkat lunak yang memungkinkan optimalisasi ruang penyimpanan.
Dalam deduplikasi data, sistem akan mengidentifikasi blok data sebelum menyimpannya. Setiap blok data diberi nomor pengenal unik, dan sidik jari (fingerprint) dibuat untuk setiap blok yang disimpan. Sidik jari dari blok yang sudah ada kemudian dibandingkan dengan blok data yang baru ditulis.
Jika ditemukan blok duplikat, sistem akan membuat indeks yang mengarahkan ke lokasi data duplikat tersebut. Data yang berlebihan kemudian dihapus sehingga kapasitas penyimpanan dapat dioptimalkan.
Dengan meningkatnya risiko serangan ransomware setiap hari, bisnis harus menerapkan rencana pencadangan dan pemulihan data yang efektif untuk menyimpan data secara aman. Deduplikasi data membantu memastikan kapasitas penyimpanan yang cukup untuk melindungi data penting.
Bisnis biasanya mencadangkan sejumlah besar data secara rutin, yang dapat meningkatkan biaya penyimpanan. Padahal, data baru atau data yang dimodifikasi hanya mencakup sebagian kecil dari total data yang dicadangkan. Akibatnya, banyak data yang dicadangkan sebenarnya berisi duplikat atau data yang sama. Di sinilah deduplikasi data memainkan peran penting.
Untuk menghitung rasio deduplikasi data secara efektif, pengguna harus menghitung persentase data duplikat yang berhasil dihapus.
Tahapan Menghitung Rasio Deduplikasi Data
Setiap vendor memiliki cara yang berbeda dalam menghitung rasio deduplikasi data. Berikut adalah tiga tahap perhitungan rasio deduplikasi data, di mana setiap tahap menghasilkan nilai yang berbeda:
- Tahap 1 [Data Asli]:
Total kapasitas data yang perlu dicadangkan sebelum data duplikat dihapus. - Tahap 2 [Data yang Ditransfer]:
Jumlah data yang dapat ditransmisikan untuk disimpan di server. - Tahap 3 [Data yang Disimpan]:
Jumlah data yang akhirnya tersimpan di server cadangan.
Ketika mengukur efisiensi deduplikasi data, Synology merekomendasikan untuk memperhatikan Tahap 2 [Data yang Ditransfer]. Jika Anda hanya melihat nilai dari Tahap 1 [Data Asli], hasilnya dapat menyesatkan karena data tersebut mencakup data “lama” dan “baru” yang kemudian dibagi dengan total data yang dipertahankan. Beberapa vendor mungkin sengaja membesar-besarkan angka ini, sehingga membingungkan pengguna tentang tahap mana yang digunakan untuk mengukur efisiensi deduplikasi.
Sebagaimana ditunjukkan di bawah ini, terdapat dua hasil berbeda setelah angka dihitung. Perbedaan besar antara keduanya dapat menyebabkan kesalahpahaman, di mana bisnis salah menilai efektivitas deduplikasi data.
Memaksimalkan Kapasitas Penyimpanan dengan Deduplikasi Data
Ketika mempelajari bagaimana produk kompetitor melakukan deduplikasi data, ditemukan tiga tahap yang telah dijelaskan sebelumnya. Untuk tingkat pengurangan data sebesar 95%, total data asli sebelum deduplikasi harus dibagi dengan jumlah ruang penyimpanan yang digunakan di tujuan akhir.
Namun, perusahaan sebaiknya fokus pada ukuran data yang ditransmisikan. Ukuran data yang ditransmisikan ini perlu dibagi dengan jumlah ruang penyimpanan yang digunakan di tujuan akhir. Dengan menggunakan formula ini, tingkat pengurangan data rata-rata akan berkisar antara 40% hingga 66%.
Sebagai contoh, Taiwan Shiseido berhasil meningkatkan kapasitas penyimpanan hingga 52% menggunakan teknik deduplikasi data yang disertakan dalam solusi pencadangan dari Synology. Dibandingkan dengan vendor pencadangan lainnya, Synology menawarkan solusi dengan harga lebih terjangkau, memungkinkan bisnis menghemat biaya penyimpanan sekaligus memaksimalkan kapasitas penyimpanan mereka agar dapat melindungi data sebanyak mungkin.

Memaksimalkan Kapasitas Penyimpanan dan Mengurangi Biaya dengan Deduplikasi Data
Dengan memahami tantangan yang dihadapi perusahaan, Synology menerapkan teknologi deduplikasi data agar perusahaan dapat mengurangi biaya penyimpanan sekaligus memaksimalkan kapasitas penyimpanan mereka.
Biasanya, perusahaan mencadangkan data secara terus-menerus sambil menyimpannya di perangkat penyimpanan. Jika data duplikat tidak dihapus sebelum data ditulis, hal ini dapat menciptakan ruang penyimpanan sementara pada perangkat cadangan.
Oleh karena itu, Synology menerapkan deduplikasi inline saat melakukan pencadangan. Sebelum data ditulis, sistem secara simultan membandingkan konten data dan melakukan penghapusan, sehingga mengurangi kapasitas penyimpanan yang dibutuhkan untuk menyimpan data.
Selain itu, Synology juga menggunakan teknologi deduplikasi global berbasis blok untuk menghapus salinan duplikat antar sumber pencadangan. Hal ini memastikan tidak ada data duplikat yang tersisa di antara beberapa tugas pencadangan dalam satu folder. Dengan cara ini, perusahaan dapat menghemat ruang penyimpanan tanpa mengorbankan kinerja pencadangan.

Deduplikasi Data untuk Efisiensi Penyimpanan Jangka Panjang
Karena data adalah aset yang sangat berharga, perusahaan harus melakukan segala upaya untuk menyimpan data mereka dengan aman. Untuk itu, perusahaan perlu membuat rencana ke depan saat mereka berkembang. Memilih solusi pencadangan yang memenuhi kebutuhan skalabilitas dan ekspansi, sekaligus menyertakan teknologi pengurangan penyimpanan seperti deduplikasi data, adalah langkah penting untuk mengurangi Total Cost of Ownership (TCO).
